Diberdayakan oleh Blogger.

nyeri.com

EVEN IT'S PAIN, CAN BE FINE

Well, I am back.

This post isn't supposed to be in my to do list but I think I must write something about him.

This day, I can say that I’m being crazy about him so bad. I mean, everyone almost being crazy in love with him.

 

Who is he?

Of course….

The one and only

Kim Seon Ho (김선호) ◡̈

 


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
بِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِيم
Assalammu'alaikum wr. wb.

menarik nafas sejenak ...

Masyaallah, gak kerasa sudah cukup lama sekali sejak pertama kali aku memulai blog ini. Belakangan ini, ditambah karena lagi quarantine time, aku jadi suka baca-baca tulisan lama aku disini. Lucu ya, aku jadi bisa mengenang masa lalu lewat gaya tulisan aku kala itu. Khas remaja banget, remah tapi ekspresif luar biasa, menggebu-gebu, atau terlalu sendu. Yang pasti, aku yakin, tulisan kayak gitu gak akan bisa aku tulis lagi di usia aku yang sekarang. Masa itu sudah berlalu dan habis secara tepat.

Oke, kali ini biarkan aku untuk curhat kembali.
Memang blog ini sejak awal konsepnya tempat curhat atau diary online sih ya haha. 


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Tahun 2018 ini menjadi tahun yang cukup aneh bagi aku. Sebagai orang yang suka Korea-Korea-an, aku notabennya lebih menaruh interest dengan cowo-cowo (dan mungkin beberapa cewe juga sih) yang tergabung dalam boyband-boyband dimana kebanyakan dari mereka masih unyu-unyu dan fresh ala anak muda atau yaaa muda yang udah lebih sedikit. Namun anehnya, tahun ini, ke-tertarik-an aku berubah menjadi sangat ekstrim. Ini dipengaruhin sama umur gue ga sih? ã…‹ã…‹

Why?and Who?
Okay lemme tell you.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Selamat malam, khalayak ramai~ (ala Dodit)

Belakangan ini, mood gue buat nulis perlahan kembali. Mungkin ini adalah salah satu efek positif gue pindah ke kosan baru dengan suasana baru. Eh, gue belom cerita ya gue pindah kosan dan for the first time in forever gue punya kamar sendiri? Yayaya.. abaikan saja tapi intinya suasana baru ini membuka kreatifitas gue kembali. Hahaha gue cukup bahagia walaupun gue masih gak tau mesti nulis apa.

Belakangan ini, pikiran gue lagi bercampur aduk. Mulai dari masalah kuliah sampai masalah hati (caelah). Gue rasa, gue lagi seneng buat nyeritain kisah-kisah lama gue yang dulunya sih rahasia, tapi sekarang gue gak terlalu menganggapnya jadi rahasia lagi. Ahh, apa harus gue bongkar aja? Wkwk.

Kali ini, masih gak jauh-jauh jauh dari masa SMA gue yang terlalu berwarna, gue mau nyeritain beberapa kegokilan ABG khas gue.

Pernah gak sih, elo ngerasa kagum sama kakak kelas? Satu, dua, tiga, hmmm beberapa kakak kelas? Pernah? Pasti!! Dan.. pernah gak sih, elo bikin nama samaran atau nama panggilan unik buat nyebut mereka supaya gak ada yang tau? Pernah gak? Hehe.. kalau pernah.. FIX, MASA REMAJA LOE TERSELAMATKAN!!
Jadi... gue juga pernah ngalamin gitu pas SMA, bahkan sekarangpun sampe kuliah. Mungkin faktor lain yang mendorong buat nge-fans sama kakak tingkat adalah gue yang pada saat itu (pun kini) masih ada di tingkat satu (kelas 10 SMA pun tahun pertama kuliah) yang otomatis gak punya adek tingkat, jadi.... ya pasti besar kemungkinan buat nge-fans nya sama kakak tingkat. Beda lagi kalo udah punya adek tingkat, nanti jadinya nge-fans sama brondong. Wkwk. Hal pribadi yang mungkin juga jadi faktor adalah karena gue gak punya kakak cowok, dan gue sangat ingin punya kakak cowok tapi apa boleh buat kalo nyatanya emang gak punya. Yayaya. Baper deh.

Sebenernya, kode-kode atau sebutan-sebutan mengenai kakak tingkat ini gak hanya gue doang yang tau, tapi beberapa temen gue juga tau karena notabennya kode ini dibuat oleh kita, para (ceritanya) fans-nya.

Gue mau ngenalin mereka sekarang. Jangan kaget ya? Jangan terpesona juga..
(eh tapi.. emang gak papa kalo gue posting foto mereka? Mungkin gak sih blog gue ini dibaca mereka? Bisa abis deh gue kalo ketauan!!). mohon ijin kakak-kakak sekalian~

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Para pembaca yang terhormat,
Anda memasuki pukul 21:27 WIB (Waktu Indonesia bagian BAPER)

Ngerasa gak sih, ada kata-kata gaul baru yang muncul dikalangan remaja Indonesia, yaitu BAPER. Dan gak tau kenapa ya, gue hari ini (atau mungkin belakangan ini) gue lagi baper-an. Lo tau “baper” itu apa, kan?

Baper itu adalah Bawah Perut; Baekhyun Caper; Bawaannya Laper; Bawa Perasaan.

Yayaya, belakangan ini gue dikit-dikit melibatkan perasaan di hampir ditiap kegiatan gue. Perasaan yang gue maksud disini adalah perasaan gak enakkan-lah sama orang, perasaan terganggu-lah sama orang, perasaan pusing-lah mikirin masa depan, sampe perasaan bersalah sama diri gue akibat sifat gue di masa lalu. Hmm.. bisa dibilang, hari ini semacam salah satu tembok yang menghalang diri gue dalam memandang dunia “yang seharusnya” telah perlahan runtuh. Tembok yang gue maksud adalah perspektif gue dalam memandang dunia ini yang tadinya bengkok, perlahan mulai lurus. (gue bingung ngejelasinnya)

Gue rasa sih, pemikiran gue mulai me-rumit, me-rumit dan me-rumit sejak gue dapet mata kuliah Psikologi Pekembangan, yang entah kenapa kayaknya nge-jleb abis di diri gue dan/atau beberapa temen se-kelas gue (terutama bahasan mengenai tugas perkembangan). Emang deh ya, matkul Psikologi itu  kadang bikin baper-an wkwk.. Untung gue dapet matkul ini walaupun gue bukan di jurusan Psikologi. Kece-kan? Makanya, kuliah di STKS!! (promosi).

Oke, gue mau ngebagi ilmu bentar nih ke elo-elo pada... (gaya dah!)

Umur loe sekarang berapa, guys??
Paling gue kira-kira yaaa kisaran 13 atau 14 tahun sampai 18 tahun?? (atau malah lebih?). Kalo gue sih udah 18 tahun (plus beberapa bulan).

Guys... kalau elo ada di kisaran usia yang gue tulis di kalimat sebelumnya, berarti lo ada dalam periode Masa Remaja. Dan loe tau gak sih guys,  apa aja “tugas perkembangan” bagi remaja itu? Tugas perkembangan itu adalah tugas yang mesti kita penuhi selama kita ada di periode tertentu. Naah... Menurut Elizabeth D. Hurlock, tugas perkembangan kita tuh:

1. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita
2.  Mencapai peran sosial pria maupun wanita
3. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif
4. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab
5. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya
6. Mempersiapkan karier ekonomi
7. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga
8. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berprilaku mengembangkan ideologi

Gimana guys? Coba fokuskan perhatian anda pada nomor 6 dan 7. Pernah gak sih terpikirkan oleh kalian (dan juga gue) mengenai poin nomor 6 dan 7 di usia kita yang sekarang? Jujur aja, gue enggak! Dan ternyata, gue salah karena belom pernah memikirkannya (apalagi menyelesaikannya).

Menjelang umur gue ke arah angka 19 (yang berarti udah ada di periode remaja akhir), gue sadar kalau ternyata gue belum bisa menyelesaikan beberapa tugas perkembangan gue pada saat remaja. Dampaknya parah guys!! Loe (ataupun gue) jadi masih gak punya tujuan yang jelas mengenai karier ekonomi pun rencana berkeluarga. Seakan masa depan masih diraba dalam kabut gelap yang terlihat namun tak tersentuh. Kuliah tapi gak tau sehabis kuliah mau ngapain. Masih takut buat terjun langsung ke masyarakat. Masih nyaman di zona aman. Masih bergantung dengan orangtua. Masih bergantung dengan teman. Masih ragu membuat keputusan. Dan bla bla bla lainnya.

Hhhh.... gue kadang masih gak sadar dan ketika gue sadar, dunia gue yang tadinya penuh warna seketika berubah jadi hitam putih, dan tugas gue adalag mewarnai sendiri dunia gue, membentuk sendiri kehidupan gue maunya kayak gimana. Gue emang ngerasa hidup tuh udah gak se-indah pemandangan di kawah putih dan tak se-menyenangkan main di Trans Studio Bandung dengan tiket buy one get one. Hidup menjadi mengerikan.

Sudah siapkah gue buat masuk ke periode dewasa apabila gue masih takut, masih ragu, dan masih seperti anak-anak ini? Gue harus mendeklarasikan untuk drop out dari zona nyaman gue. Cepat atau lambat, harus! Bismillah. Bantu do’a ya guys!! Dan elo-elo juga, jangan sampe enggak nyelesaiin tugas perkembangan itu karena tugas perkembangan bakal bertumpuk dan terus bertumpuk kalau gak segera diselesaikan!

Nah, cukup intro yang sekaligus bagi-bagi ilmunya. Nanti gue kasih lagi yang terbaru (dan yang bikin baper juga).

Sebenernya, posting-an kali ini gue mau kembali nyeritain keseharian hidup gue. Tumben, kan? Gue mau cerita aja hal-hal yang terjadi sama gue di hari ini. Dan seperti biasa, cukup gak penting tapi genting ditulis.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Cie, gue balik nulis lagi, cieeee~
Kali ini gue berkesempatan lagi buat ngebuka ms.word gue selain untuk membuat tugas makalah kuliah (aduuuhhh paper psikologi perkembangan gue belom kelar!!). Yayaya yeay!! Gue ada ide untuk ditulis lagi hahaha. Seperti biasa, ide yang gak penting tapi genting ditulis.

Sebenernya, ini bukan tulisan yang terlalu spesial tapi berhubung belakangan ini gue lagi kembali kecanduan dengan sesuatu hal, gue anggap ini penting buat gue bahas.

Jaman makin modern, aplikasi (terutama di handphone) makin macem-macem dari yang penting sampai yang gak penting buat di download (biarpun gak penting, emang elu bisa buatnya nur?!). Berhubung handphone gue udah cukup ketinggalan trend masa kini, beberapa aplikasi baru ternyata gak bisa gue install di handphone gue. Sedih? Awalnya gue sedih, namun gue dapet benefit juga sih dari handphone yang “cukup ketinggalan trend” ini.

Yomanzz... setidaknya gue gak terlalu addict banget sama gadget. Yayaya... syukuri apa yang ada~

By the way, ngomongin soal aplikasi, salah satu yang bikin ketagihan, kecanduan, kegilaan(?) adalah aplikasi media sosial (coba kita perpendek aja penyebutannya menjadi: medsos). Seberapa banyak sih medsos yang elu pakai? Gue yakin lebih dari medsos yang gue pakai. Pernah mikir gak, apasih kegunaan medsos yang lo pakai bagi diri lo? Enggak pernah mikir? Duh aduhhh... berarti besar kemungkinan lo menggunakan banyak medsos cuma buat ikut trend plus biar eksis dalam ke-narsis-an, biar tulisan di bio-nya panjang. Wehehe... Gak salah sih..... enggak.... (gue sirik doang(?))

Mungkin sedikit beda dari beberapa pemikiran anda sekalian, media sosial (medsos) yang gue pakai mempunyai arti, peran dan kegunaannya masing-masing. Beda-beda gitu deh hehehe. Dan pada kesempatan kali ini, gue mau ngungkapin arti media sosial bagi hidup gue.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Sebelumnya: thanks banget buat yang masih nyempetin nengok blog gue. kalian luar biasaaa~ #ala Ariel (btw, ariel kok sekarang mirip Hatta Rajasa? #salahfokus)

Memasuki masa kuliah entah kenapa membuat gue kehilangan jati diri lama gue. Gue udah mulai menjadi manusia yang normal, dan itu menurut gue enggak normal karena gue terlahir sebagai manusia yang aneh. Aneh itu keren, kawaaan.

Seketika blog gue hening, garing dan basi banget isi-isinya. Kreativitas gue seakan merosot tajam setajam silet. Gue terus memperhatikan sekeliling gue (read: lingkungan kampus) tapi gue gak nemu sisi uniknya dari para mahasiswa/mahasiswi ini. WHY?? Mungkin mereka sudah terlalu normal untuk diamati. (lagi-lagi bicara soal normal).

Nyadar atau enggak, selepas kita SMA kita sudah menginjak pada jenjang remaja akhir atau ya kira-kira peralihan ke dewasa. Walaupun kadang gue mengelak juga sih disebut “dewasa” karena kesan “dewasa” itu terlalu tua bagi gue yang masih unyu-unyu ini #tampol. Remaja akhir atau ya nama lainnya sih dewasa awal (anjrit apa bedanya sih Nur!) adalah masa dimana semua pikiran sudah mulai rasional. Kita gak lagi memandang dunia ini dalam kancah mimpi dan harapan belaka. Semua terlalu jelas, nyata, dan normal. Beberapa dari temen gue (termasuk gue) memilih untuk melanjutkan pendidikan terlebih dahulu (read: kuliah) yang sebenernya jenjang ini agak sebatas formalitas belaka, dan gak sedikit juga dari temen gue yang lainnya (belum termasuk gue) memilih untuk langsung bekerja. WOW!! Gue sangat mengapresiasi buat temen-temen gue yang memilih dunia kerja sebelum kuliah karena itu membutuhkan tekad yang kuat banget. Nyadar gak sih, kita (khususnya yang cewek) udah deket banget sama jenjang menuju “pernikahan”?

Kembali ke pokok permasalahan. Gue kehabisan bahan penelitian di dunia perkuliahan dan itu agak bikin gue depresi karena gue suka nulis tapi gak punya bahan buat ditulis. Rumit sekali -_-

Masa kuliah beda sama masa sekolah, salah satunya ya lebih banyak waktu luangnya sih. Dan di waktu-waktu luang itu, terkadang gue kembali keinget masa masa SMA gue dan gue sadar, masih banyak banget kisah SMA yang garing, yang gokil, yang gantung tapi belum sempet gue ceritakan disini. Salah satunya #uhuk...

Masa SMA memberikan gue banyak pengertian, pelajaran, serta pengalaman mengenai “Cinta”. Kenapa sih gue lagi-lagi ngebicarain tentang cinta? Sejujurnya gue rasa ada satu atau dua kisah cinta gue yang belum selesai di masa SMA. Entahlah, lebih tepat belum selesai atau malah belum di mulai? By the way, gue nemu ini di twitter:



Apakah alasan gue dulu gendut itu karena terlalu banyak menyimpan rahasia? Sepertinya iya, so oleh karena itu gue bakal ngebuka rahasia-rahasia itu satu persatu yang semoga aja sih memperingan beban hidup maupun badan gue WKWKWK.

Dulu, gue pernah nulis tentang “Klasifikasi Kasta Jomblo” dan sekarang gue pun ngakak sendiri kalo baca tulisan itu. Hebat banget gue bisa nulis begituan.  Hmmm, kali ini gue bakal bikin sequel lanjutan dari artikel tadi. No!! Bukan tentang jomblo lagi, tapi kali ini tentang “Lika-Liku Perjalanan Cinta” (jomblo juga boleh kan jatuh cinta?)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

sebuah postingan yang telah lama tertunda......

Masih ingat salah satu part di postingan “Kata Pak Manalu” yang menjelaskan tentang tunggu menunggu? Haha.. itu loh, materi dilatasi waktu. Oke, gue bilang kan bakal ada bahasan khusus tentang ini dan here they go~


Apa pekerjaan yang lebih melelahkan selain menunggu? Iya gak? Udah membuang waktu begitu aja, ditambah lagi yang ditunggu biasanya gak ngerasain kalau dia ditunggu (minta disiram H2SO4). But guys... gak selamanya nunggu itu memiliki dampak negatif. Yeap, ada pro-kontra-lah intinya. 
Sometimes we need to waiting for something.

SOMETIMES..... (kalo bisa bacanya pake nada sedikit mengerang)
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
entah bersumber dari mana, aku hanya menemukan ini di facebook. Kalian yang punya hati nurani harus membacanya.


SURAT RIAU UNTUK INDONESIA 


dear Yth. presiden RI bapak Susilo Bambang Yudhoyono yg sebentar lagi akan habis masa jabatannya. titik api di sekitar kami bukanlah simbol kmarahan Allah, tp simbol keserakahan dan bukti ketidakpedulian negara. Bapak mau kesini skarang ? bandara di tutup pak, lagipun tak ada anak skolah yg menyambut bapak, skolah di liburkan. Mau menempuh jalan darat? bahaya pak, asap tebal tidak bagus untuk kesehatan bapak dan ibu ani. Biarkan saja seperti ini, kami ikhlas mati pelan-pelan karena ISPA, karena ketidakberdayaan kami di sini. Kami pasrah, mungkin ini kehendak Allah. 

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Basi gak sih kalo gue bicarain tentang hidup ini yang penuh dengan hiruk pikuk pilihan? Basi ya? (-__-) Tapi kalau gue mau tetep bahas gimana? Gapapa kan? *ngapain nanya kalau udah tau jawabannya*

okay.. buat intermezo bentaran, gue mau kasih semacam test psikologi. Di bawah ini ada gambar, dan lo harus lihat gambarnya secara keseluruhan karena ini menyangkut psikologi lo saat ini. Kalo bisa buka dari Laptop dan di klik gambarnya (supaya zoom max) itu lebih baik.

so, here they go
3 KATA YANG PERTAMA KALI LOE TEMUKAN DISANA, ADALAH YANG PALING LO BUTUHKAN SAAT INI.

sudah? Apa yang lo temuin? Bener gak? Pas gak? (kepo kayak anon di askfm)

Apakah benar sifat manusia yang selalu mendahulukan apa yang dibutuhkan  dirinya dan mengabaikan apa yng tidak dibutuhkannya? Hmm....
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Udah lama gak nulis di blog ini. Hmm maksud gue, nulis sih tetep tapi kalau bikin semacam penelitian gitu gue cukup kehabisan ide. Terakhir yang Move On ya? Haha. Minggu ini gue lagi pekan ujian praktek dan sebentar lagi selesai. Banyak kisah gokil gue selama ujian ini, tapi nanti...... bakal ada khusus postingannya. Masih sisa 2 hari, jadi blom bisa gue posting.

Btw, hari ini kelas gue (XII IPA 1) dapet jadwal hanya 1 yaitu agama. Otomatis kelar cepat dan mager buat pulang karena gue tau, kalo pulang jam 10-an angkot isinya emak-emak pulang dari pasar atau emak-emak yang jemput anak TK pulang sekolah.

Berhubung hujan mengepung langit Jakarta kala itu, gue dan yang lainnya memutuskan untuk gak pulang. Semuanya ngerjain laporan kimia yang sebenernya udah basi banget, se-basi nasi minggu lalu (jangan dibayangin bau nya). Obrolan gak jelas pasti membumbui waktu selama ngerjain laporan dan sampailah pada pembahasan mengenai “JOMBLO” karena nyaris pada saat itu yang ngobrol sedang berstatus jomblo. *Jomblo berkoloni

Memperhatikan sekeliling gue dan dibantu oleh Ola (temen sekelas gue), finally gue menemukan sesuatu. Yap! Setiap jomblo itu sama tapi tak serupa. Dan pada kesempatan ini, gue akan ngebahas tentang “Klasifikasi Kasta Jomblo” yang udah gue temui di sekitar gue.

So mari kita mulai saja.

info aja: gue belom sempet bikin gambar ilustrasinya, nanti gue edit lagi kalo udah jadi HAHA
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hari ini rasanya gue cukup lega, ibarat baru selesai buang hajat yang ketahan 3 hari lamanya. Yap, karena hari ini secara resmi TO Sanggar akhirnya telah berlalu, walaupun gue tau, hasilnya pasti masih jauh dari target memuaskan batin. Gue aja ngerjain soalnya ampe terisak-isak, beruraian air mata. Tapi gapapa... selalu ada progress. Tenang..

“Jangan belajar untuk ulangan, tapi jadikan ulangan untuk belajar” – Pak Suardi (170214)

Dengan berlalunya TO bukan berarti semuanya selesai. Salah besar. Ini hanyalah gerbang depan (gerbang emang selalu di depan bukannya?) menuju kematian. Lebay... bukan kematian, tapi (ya begitulah). Oke, Minggu depan akan disambut dengan Ujian Praktek yang bahkan di awali dengan ujian praktek Agama yang banyaknya bejibun nauzubillah, ujian Fisika yang selalu aja gak jelas kepastiannya, dan Kimia yang you know-lah gimana itu. Haaah... gak bisa apa ya, yang mematikan di taro di akhir aja?

“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”

Yaudahlah yaa... gak ada gunanya terus menerus mengeluh (padahal di tiap postingan pasti ada keluhan). Nikmatin aja. Kalo kata Bu Is mah “selow”... Lagi pula, yang berlalu biarlah berlalu. Kita harus Move On supaya gak stuck di tempat, kecuali stuck di hati kamu gapapalah yaa #plaaak #masih aja

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Before that: Gue lagi seneng karena akhirnya terbebas dari "words block" (kementokkan ide menulis). Alhasil banyak banget yang mau gue posting padahal minggu depan TO Sanggar dan minggu depannya lagi Ujian Praktek mulai terus minggu depan-depan-depannya lagi Ujian Sekolah. Cepet banget ya.. gak kerasa aja beberapa bulan ke depan udah mau Lebaran lagi *nyambung nih. -end

Balik ke tema!
Fisika. Bicara soal fisika, itu ilmu alam yang paling gue suka walaupun gue rasa, fisika gak suka sama gue. Hahh, cinta gue bertepuk sebelah tangan buat pelajaran yang satu ini. Tapi gapapalah, kalo udah cinta mau gimana lagi. Biarpun nyakitin, tetep aja dinikmatin.


“Kalau biologi, kita mempelajari alam. Tapi kalau fisika, kita menghitung alam” – Bu Diah

Terkadang rumus dalam fisika itu berhubungan sama kehidupan nyata. Atau bisa disambung-sambungin lebih tepatnya. Dia gak hanya nyerang otak, tapi juga hati. Haha. Yeah.. seperti lo semua ketahui, Bapak Albert Einstein aja percaya sama yang namanya cinta.

“Gravitation is not responsible for people falling in love” - Albert Einstein

Selama kelas 12 ini, ketika pelajaran fisika berlangsung kadang gue lagi galau. Dan ketika gue lagi galau, kadang celetukkan Pak Manalu (guru fisika gue) yang cukup random, punya makna sendiri di benak gue. Dan berikut, beberapa celetukkan, atau ucapan Pak Manalu yang sempet gue catat dan gue artikan dengan lebih jelas. (buka buku fisika)

Share
Tweet
Pin
Share
2 comments

(re-post) Sampai saat ini masih banyak mysteri yang belum terungkap dari pikiran kita. Para ahli memang bisa menjelaskan fenomena-fenomena aneh dari pikiran kita tapi masih belum tahu dari mana asal semua itu. Mungkin kalian pernah mengalami beberapa fenomena di bawah ini.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Sebelum lanjut baca, kalian harus baca Part1 supaya nyambung. Baca disini
BTW tentang kloning manusia, gue jadi inget film kartun Jimmy Neutron, disitu pernah ada episode dimana Jimmy bikin alat untuk mengkloning diri dia. coba cari deh di youtube, soalnya di tipi udah lama gakada. Selain kartun Jimmy Neuron, di kartun Spongebob juga pernah adakan? yang Sandy bikin alat memperbanyak diri, tapi berhubung mereka binatang yaa gapapa.

Pernah kebayang gak kalo lo bakal hidup dikelilingi manusia hasil kloning? Kayak di film!! HAHA
Gambar diatas itu adalah cover majalah TIME (entah ini edit-an atau bukan gue gatau). Tau kan? Majalah yang fenomenal dah di dunia. Artikel terpenting pasti ditulis disitu. Dan disana tertulis "Human Cloning is Closer Than You Think". Ngeri gak sih bacanya? Ato gue doang yang ngeri sendiri (-_-)~ 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Dunia semakin modern dan canggih. Gue pribadi ikut ngerasain perubahan dunia yang perlahan namun pasti seperti ini. Hmm contoh mudah-nya gini; dulu gue pertama kali pegang handphone waktu kelas 5 SD dan kalian yang seumuran sama gue pasti tau gimana body hp pada jaman itu? Yap! Montok banget. Cocok buat nimpuk maling, atau minimal nimpuk anjing pas lagi di kejer-kejer.

Manusia emang terkadang gitu. Mudah terlena. Makin canggih teknologi, entah kenapa membuat bibit, bebet, bobot manusia-nya semakin berkurang. Berbanding terbalik gitulah kalo bahasa ilmu pengetahuan-nya. Coba liat deh, apa aja isi acara yang di TV. Hitung berapa yang BER-BOBOT dan hitung berapa yang NYAMPAH. Gue jadi inget quotes nya Pak Albert Einstein;

"Aku takut hari dimana teknologi akan melampaui interaksi antar manusia. Dunia akan memiliki generasi yang idiot"
Well, benar sekali. Pesatnya perkembangan iptek membuat manusia semakin lupa dengan Tuhan. Hmmm, salah satunya adalah para ilmuan yang gue tau pasti mereka genius luar biasa. 

Oke, ini berawal dari pelajaran Biologi di sekolah bersama Bu Is tercinta. Gue lagi ngebahas Bab Bioteknologi, dan secara gak sengaja keluar dari ucapan Bu Is mengenai "Proses Kloning Manusia". Gue tau ini adalah bahasan kuno/jadul, tapi karena gue kepo gue pun mencari tau di dukun terpercaya (Mbah Google)

Berikut Hasil Penelusuran Gue:
Share
Tweet
Pin
Share
5 comments
Artikel pertama gue di tahun 2014.
Pernah denger tumbuhan puteri malu? Tumbuhan yang sering muncul di sembarang tempat dan jadi mainan iseng anak-anak kecil (termasuk gue dulu). Jauh menelusuri sang puteri malu, pasti sering disebut selama belajar biologi,kan? Apa hubungan atau pelajaran yang selalu dikaitkan dengan tumbuhan itu? Ya. Pasti mengenai “ke-peka-an terhadap ransangan”. Pasti udah tau semua kan, kalo puteri malu disentuh, bakal gimana? Semua itu karena adanya sifat ke-peka-an terhadap ransangan.

Okay well...
Kali ini gue gak mau bicarain puteri malu-nya. Tadi cuma intermezo pembuka artikel baru gue. Haha. Semacam inspirasi dari tumbuhan yang satu ini. Kalau gitu, mari kita ambil pokok pembicaraan. Yaitu “ke-peka-an”, yang memiliki kata dasar yaitu “peka”

Peka
Apa sih yang dimaksud dengan “peka” itu?
Kenapa sih cewek sering banget ngomong “ihh.. gak peka banget sih”?
Kenapa sih anak muda jaman sekarang doyan ngomong “makanya peka dong!” ?
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Kalau lo pernah denger kata terlambat ‘masuk sekolah’ itu wajar. Tapi..
Pernahkah lo denger kata terlambat ‘jatuh cinta’ ??

Haha...
Banyak hal yang mendukung galau. Yang berhubungan dengan otak (read: nilai jelek) maupun hati (read: as you know lah) sama-sama bikin galau. Gue pernah bilang sebelumnya

“galau adalah pemborosan perasaan”

Itu quote yang gue bikin sendiri, dan gue pun makan itu sendiri. Oke, kali ini gue mau ngebahas tentang “What is Love” berkaitan dengan movie art f(x) kala itu. 

Mungkin cinta itu terlalu universal. Dan bakal beda deh kalo lo melihat dari pandangan cewek atau cowok. Berhubung gue cewek, gue bahas dari segipandang wanita. So check it out

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Pernah kenal sama orang yang jago banget bikin quotes soal 'CINTA' gak?? HAHA Saya pernah. Beliau seorang guru TIK di SMA (read: SMAN 103 Jakarta), namanya Pak Meto Firmansyah, biasa dipanggil Pak Meto.

Kali ini hmm.. gue mau nge-share sesuatu, yaitu
"Asal Usul Ruang Cinta Ms.Nurul"
*ringkas, padat, dan gak jelas. lagi buru-buru soalnya. nanti mungkin di-edit lagi haha* (bodo amat nur)

Q: kenapa sih harus ruang cinta, Nur?
A: Ini semua berawal dari....

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Mengutip dari buku karangan dwitasaridwita (lupa judulnya), dia bilang 

“tiap kota punya kisahnya tersendiri”. 

So...
Kini mengutip dari hidup, gue bilang 

“tiap baju punya kisahnya tersendiri”

Malem ini gue lagi kosong. Bisa dibilang bukan kosong dari PR tapi kosong hati gue #asiik. Dan disaat hambar ini gue pun tiba-tiba nge-flashback. Gue mulai mencoba me-reply berbagai kejadian yang gue alami selama masa SMA yang sebentar lagi akan berakhir ini. Dan gue sadar akan sesuatu. Kejadian yang gue alami gak sedikit. Penuh kenangan yang gue takut akan gue lupakan.

Hal yang selalu gue takuti adalah memori manusia. Yap!!

“Kenangan itu abadi, tapi ingatan kita terkadang  tidak”.

Berbagai kisah dan kejadian selama SMA ini, mayoritas gue dapatkan dari perjalanan gue sebagai seorang PMR (Palang Merah Remaja). Ya, Ekskul yang selalu minim peminat namun kalau kalian melihatnya dengan hati, kalian akan menemukan banyak hal berharga di dalamnya.


Hampir tiap kegiatan, gue mendapatkan cendramata (kenang-kenangan) yang biasanya berupa kaos. Dan gue pun mulai membongkar lemari mengumpulkan semua kaos penuh kenangan itu. Finally I got it all. DUA BELAS kaos berharga gue. Mereka yang telah nemenin gue mengukir pengalaman berharga di hidup gue ini. Ya.... mereka yaitu:

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

I AM WHO

I AM WHO
Assalammu'alaikum. Welcome. I'm a newbie writer. This blog belongs to me, a girl who still catching her dreams within the rude world.

MORE ABOUT ME

  • MY PROFILE
  • LIST OF POSTS

Social Media

  • facebook
  • twitter
  • instagram

Blog Archive

  • Mei 2021 (1)
  • Desember 2020 (1)
  • September 2020 (1)
  • Juli 2020 (1)
  • Juni 2020 (1)
  • Mei 2020 (2)
  • April 2020 (1)
  • Februari 2020 (1)
  • Desember 2019 (2)
  • November 2019 (1)
  • Agustus 2019 (1)
  • Juli 2019 (2)
  • Maret 2019 (1)
  • Januari 2019 (1)
  • Desember 2018 (1)
  • Oktober 2018 (2)
  • Januari 2018 (1)
  • Desember 2015 (2)
  • November 2015 (1)
  • Juli 2015 (3)
  • Juni 2015 (1)
  • Maret 2015 (5)
  • Februari 2015 (1)
  • Desember 2014 (2)
  • September 2014 (2)
  • Agustus 2014 (4)
  • Juli 2014 (6)
  • Juni 2014 (2)
  • Mei 2014 (4)
  • April 2014 (6)
  • Maret 2014 (9)
  • Februari 2014 (9)
  • Januari 2014 (5)
  • Desember 2013 (11)
  • November 2013 (5)
  • Oktober 2013 (2)
  • September 2013 (1)
  • Agustus 2013 (1)
  • Juni 2013 (3)
  • Mei 2013 (2)
  • April 2013 (2)
  • Maret 2013 (2)
  • Januari 2013 (2)
  • Desember 2012 (1)
  • November 2012 (5)
  • Oktober 2012 (4)
  • November 2011 (11)
  • Oktober 2011 (6)

Followers

si kepo

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates